KOTA CIREBON – Di tengah pesatnya perkembangan perkotaan, keberadaan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai area konservasi menjadi sangat krusial. Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menetapkan Taman Kehati Kebon Pelok sebagai kawasan pelestarian keanekaragaman hayati (kehati) lokal.
Berlokasi di Jl. Pramuka, Kelurahan Kalijaga, taman ini berdiri di atas lahan seluas 4,7 Hektar berdasarkan Keputusan Wali Kota Cirebon No. 660/Kep.386-DLH/2023. Taman Kehati ini dirancang bukan sekadar sebagai taman biasa, melainkan area konservasi yang ditanami berbagai jenis tumbuhan (terutama spesies lokal) untuk mendukung ekosistem perkotaan yang berkelanjutan.

Terencana Lewat Dokumen DED (Detail Engineering Design)
Pengembangan Taman Kehati Kebon Pelok dilakukan secara terukur dan ilmiah berdasarkan dua dokumen perencanaan utama:
DED Vegetasi: Berisi rekomendasi jenis tanaman lokal dan penataannya agar sesuai dengan daya dukung lingkungan.
DED Infrastruktur: Rancangan pembangunan fasilitas pendukung seperti jalan setapak, papan petunjuk, persemaian, hingga label pohon sebagai sarana edukasi.
Kaya Flora: Dari Tanaman Kayu hingga Spesies Endemik
Berdasarkan data eksisting 2026, Taman Kehati Kebon Pelok mengoleksi berbagai macam klasifikasi tanaman yang memiliki fungsi ekologisnya masing-masing:
Tanaman Kayu (27 Jenis): Berfungsi sebagai penyerap karbon, penghasil oksigen, menjaga iklim mikro, serta penyedia habitat satwa.
Tanaman Buah (34 Jenis): Menjadi sumber pangan bagi manusia dan satwa, sekaligus menarik serangga penyerbuk.
Tanaman Hias (16 Jenis): Mempercantik lingkungan dan mendukung kesehatan mental lewat ruang alami.
Tanaman Obat (5 Jenis): Sebagai sarana edukasi tanaman herbal tradisional bagi masyarakat.
Menariknya, taman ini juga mengonservasi 16 jenis tanaman endemik/lokal, di antaranya adalah: Belimbing, Buah Nona, Ceremai, Jambu Mawar, Jambu Mete, Jeruk Purut, Kecapi, Kemang, Kapianjing/Namnam, Mangga, Manggis, Mundu, Sawo Kecik, Sawo Manila, Sirsak, dan Srikaya, serta Tangkil.
Rumah Bagi Satwa Liar Perkotaan
Kehadiran vegetasi yang beragam ini secara alami mengundang berbagai satwa untuk bersarang dan mencari makan. Beberapa satwa yang telah teridentifikasi di kawasan ini meliputi:
Burung: Tekukur, Ketilang, Cekak, Sogon, Puyuh, dan Perkutut.
Serangga & Penyerbuk: Lebah, ulat, kupu-kupu, serta belalang (besar dan sembah).
Reptil: Bunglon, kadal, dan biawak.


Mengapa Taman Kehati Kebon Pelok Sangat Penting?
Selain sebagai paru-paru kota, kawasan konservasi ini membawa dampak positif yang masif bagi masyarakat Kota Cirebon:
Manfaat Lingkungan: Menurunkan suhu udara, mengurangi polusi, menyediakan pasokan oksigen murni, serta membantu resapan air hujan untuk mencegah banjir.
Manfaat Sosial & Edukasi: Menjadi laboratorium alam yang ideal untuk sarana penelitian, edukasi sekolah, serta potensi ekowisata berbasis lingkungan.
Yuk, Ikut Menjaga Taman Kehati!
Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian Taman Kehati Kebon Pelok dengan langkah mudah:
Tidak merusak tanaman dan tidak mengganggu satwa yang ada.
Jaga kebersihan dengan selalu membuang sampah pada tempatnya.
Dukung konservasi dengan ikut menanam tanaman lokal di lingkungan rumah masing-masing.
Ajak orang lain untuk lebih peduli dan mencintai lingkungan sekitar.
Mari kita jaga bersama oase hijau ini demi warisan masa depan Kota Cirebon yang lebih asri, aman, sehat, dan indah!
Penulis: Hiday
Penyunting: Hiday & Rami
Dokumentasi: Rami
Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon
Jalan Ampera II No. 10, Kota Cirebon, 45131
https://dlh.cirebonkota.go.id
Instagram : @dlhkotacirebon @bidtl_dlhkotacirebon @dlhkotacirebon_bidang3_ppklh @bidang4_dlhkotacirebon @pemdakotacrb
“ connecting people to nature “