KOTA CIREBON – Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rangkaian Hari Jadi Cirebon yang ke-599 disambut dengan aksi nyata penyelamatan lingkungan secara maraton di kawasan pesisir Kota Cirebon. Dalam dua hari berturut-turut, pemerintah, aparat, hingga ratusan elemen masyarakat bergerak bersama menghijaukan lini pantai utara guna membangun sabuk hijau (green belt) yang kokoh.
Inovasi Metode Guludan di Pesisir Kesenden
Rangkaian aksi dimulai pada Jumat (09/07/2026), di mana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon melaksanakan penanaman pohon mangrove di Kawasan Pesisir Kesenden, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan. Menariknya, DLH tidak menggunakan cara konvensional, melainkan menerapkan Metode Guludan.
Metode ini merupakan teknik rekayasa pelindung tanaman berbentuk gundukan tanah atau struktur pelindung dari bambu dan tumpukan batu yang dibuat memanjang. Teknik ini dipilih sebagai solusi cerdas untuk melindungi bibit mangrove muda dari hantaman ombak kuat, menjaga stabilitas media tumbuh, serta menahan sedimen lumpur agar nutrisi tanaman tidak hanyut terbawa arus pasang surut. Dengan metode ini, tingkat keberhasilan hidup mangrove di area pesisir ekstrem diharapkan meningkat signifikan sebagai "Kado Hijau" bagi Kota Cirebon.

Menariknya, penanaman kali ini tidak menggunakan cara konvensional biasa, melainkan menerapkan Metode Guludan. Metode ini dipilih sebagai solusi cerdas untuk mengatasi tantangan fisik di area pesisir yang sering kali diterpa ombak kuat dan fluktuasi pasang surut air laut yang tinggi.

Mengenal Metode Guludan: Solusi Proteksi Mangrove Muda
Bagi yang masih asing, metode guludan adalah teknik rekayasa pelindung tanaman berbentuk gundukan tanah atau struktur pelindung (bisa berupa bambu atau tumpukan batu) yang dibuat memanjang.
Fungsi Utama: Melindungi bibit mangrove yang baru ditanam dari hantaman ombak langsung.
Keunggulan: Menjaga media tumbuh tetap stabil dan menahan sedimen lumpur agar nutrisi tanaman tidak hanyut terbawa arus pasang surut.
Tingkat Keberhasilan: Dengan guludan, persentase hidup bibit mangrove muda di area pesisir yang ekstrem dapat meningkat secara signifikan.

Gerakan Massal 10.000 Mangrove "MAMO MY DARLING 8" di Kejawanan
Semangat gotong royong tersebut berlanjut keesokan harinya, Sabtu (10/07/2026) pagi. Ratusan massa yang terdiri dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), aparat TNI-Polri, aktivis, hingga elemen masyarakat memadati Kawasan Wisata Bahari PPN Kejawanan.
Kehadiran massa dalam jumlah besar ini merupakan bagian dari aksi bertajuk MAMO MY DARLING 8 (Mari Move On Masyarakat Sadar Lingkungan) yang diinisiasi oleh Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara. Mengusung tema “GERAK SETARA” (Gerakan Semai Tanam Pelihara), aksi kolaboratif skala besar ini berhasil menanam sedikitnya 10.000 bibit pohon mangrove di sepanjang pesisir utara Cirebon.

Komitmen Bersama untuk Masa Depan Pesisir
Kolaborasi lintas sektor yang berlangsung selama dua hari ini menjadi bukti nyata komitmen kuat seluruh elemen Kota Cirebon dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi laut dan menjaga kelangsungan biota pesisir, gerakan ini juga menjadi ajakan terbuka bagi seluruh masyarakat untuk terus peduli dan aktif menjaga lingkungan demi Kota Cirebon yang lebih asri, hijau, dan lestari untuk generasi mendatang. Mari kita jaga bersama pesisir kita, demi Kota Cirebon yang lebih asri, hijau, dan lestari untuk generasi mendatang!
Penulis: Hafidz
Penyunting: Hiday
Dokumentasi: Riki Ibrahim
Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon
Jalan Ampera II No. 10, Kota Cirebon, 45131
https://dlh.cirebonkota.go.id
Instagram : @dlhkotacirebon @bid.tl_dlhkotacirebon @dlhkotacirebon_bidang3_ppklh @bidang4_dlhkotacirebon @pemdakotacrb
“ connecting people to nature “