KOTA CIREBON — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon berkolaborasi dengan Sekolah Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi penanaman mangrove di Pantai Kesenden, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk memulihkan ekosistem pesisir Kota Cirebon yang tengah menghadapi ancaman abrasi serius dan degradasi lingkungan.

Berbeda dengan metode konvensional, penanaman kali ini menerapkan inovasi sistem guludan (gundukan) yang dirancang agar tanaman lebih tangguh dalam menahan kuatnya arus laut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini, S.T.,M.Si., menjelaskan bahwa pendekatan baru ini diambil berdasarkan hasil evaluasi dari penanaman yang pernah dilakukan sebelumnya. "Metode ini dipilih karena penanaman mangrove sebelumnya memiliki tingkat kegagalan hingga 90% akibat hempasan ombak. Dengan metode guludan ini, penanaman tidak lagi dilakukan satu-satu (parsial), melainkan berkelompok, agar tanaman lebih kuat dan bertahan lama jika terkena arus. Diharapkan kolaborasi ini memberikan manfaat nyata bagi pelestarian pesisir Kota Cirebon" ujar Fina.

Program Pengmas Berkelanjutan dari UI Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari program Pengabdian pada Masyarakat (Pengmas) dari Sekolah Vokasi UI. Perwakilan tim UI, Ari Nurfikri, S.K.M., M.M.R., yang juga merupakan putra daerah asli Cirebon, menyoroti besarnya potensi kota ini sekaligus urgensi perbaikan kawasan pesisirnya. "Berdasarkan data, ekosistem laut pesisir Cirebon masih terkendala dan perlu penguatan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengatasi abrasi, memfasilitasi penyerapan karbon, dan nantinya akan bertahap pada pengelolaan sampah" ungkap Ari. Ia juga menekankan komitmen timnya terhadap dampak jangka panjang program ini melalui tiga fokus utama:

  • Sustainability (Keberlanjutan): Program Pengmas dituntut untuk berkelanjutan dan tidak boleh hanya bersifat seremonial di mana tanaman hilang atau mati dalam waktu singkat setelah ditanam.

  • Monitoring dan Evaluasi (Monev): Tim akan secara rutin melakukan monev untuk mengukur efektivitas metode guludan dalam menjaga kelangsungan hidup tanaman mangrove.

  • Rencana ke Depan: Jika metode guludan terbukti efektif, jumlahnya direncanakan akan ditambah pada tahun depan sehingga volume mangrove yang ditanam bisa jauh lebih banyak.

0d6bb19a-595c-49a2-ac8c-4e424dbe9f94.webp

Peran Pemuda dan Duta Lingkungan Dukungan kuat terhadap pelestarian pesisir ini juga disuarakan oleh Siti Hamidah, Duta Lingkungan Jawa Barat 2026 asal Kota Cirebon. Sebagai role model bagi pemuda, ia bertugas untuk ikut mengimplementasikan dan menyebarluaskan misi DLH kepada masyarakat luas, termasuk melalui media sosial. Siti menegaskan bahwa langkah antisipasi ini sangat krusial mengingat kondisi pesisir Cirebon yang semakin memprihatinkan. "Kota Cirebon saat ini dinilai sedang menghadapi krisis mangrove serta krisis pesisir yang diakibatkan oleh abrasi dan banyaknya tumpukan sampah. Penanaman ini bertujuan untuk memperbanyak jumlah mangrove guna menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi yang lebih parah" jelas Siti.

Di akhir penyampaiannya, ia menitipkan pesan moral kepada masyarakat luas. "Saya sangat berharap agar masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Kota Cirebon, dapat lebih peduli dan memperhatikan kondisi laut serta ekosistem pesisirnya" pungkasnya. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, dan representasi pemuda ini diharapkan mampu menjadi benteng pelindung pesisir Pantai Kesenden yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan hidup.

Penulis: R. Ibrahim

Penyunting: Hafidz

Dokumentasi: R. Ibrahim


Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon

Jalan Ampera II No. 10, Kota Cirebon, 45131

https://dlh.cirebonkota.go.id

Instagram: @dlhkotacirebon @bidtl_dlhkotacirebon @dlhbidangpslb3 @dlhkotacirebon_bidang3_ppklh @bidang4_dlhkotacirebon @upt_ps @dlhtpakopiluhur @pemdakotacrb

@pemdakotacrb

“ connecting people to nature “