Artikel

Mengenal Burung Perkutut, Satwa Indah Penjaga Keseimbangan Ekosistem di Taman Kehati Kebon Pelok

Selasa, 7 Juli 2026
DINAS LINGKUNGAN HIDUP
Dilihat 116 kali
Bagikan ke
Mengenal Burung Perkutut, Satwa Indah Penjaga Keseimbangan Ekosistem di Taman Kehati Kebon Pelok

KOTA CIREBON — Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kebon Pelok Kota Cirebon bukan sekadar ruang terbuka hijau biasa. Kawasan ini telah menjadi rumah sekaligus tempat singgah yang nyaman bagi berbagai fauna lokal. Salah satu satwa eksotis yang kerap dijumpai dan menjadi daya tarik tersendiri di sini adalah Burung Perkutut (Geopelia striata).

Dengan suaranya yang lembut dan menenangkan hati, kehadiran burung ini senantiasa menyemarakkan suasana pagi dan sore hari di Taman Kehati. Namun, tahukah Anda bahwa di balik keelokan fisiknya, Perkutut memiliki peran besar yang krusial bagi lingkungan sekitar?

Karakteristik Fisik dan Identifikasi

Burung Perkutut Jawa mudah dikenali melalui beberapa ciri khas visual dan perilakunya yang tenang:

  • Ukuran Tubuh: Tergolong burung berukuran kecil-sedang, dengan panjang tubuh berkisar antara ± 20–25 cm.
  • Warna Bulu: Didominasi oleh warna abu-abu kecokelatan, lengkap dengan garis-garis belang halus (striation) yang cantik di area leher dan dada.
  • Mata yang Khas: Memiliki iris mata berwarna biru keabu-abuan yang dikelilingi oleh cincin kulit tipis berwarna cerah di sekitarnya.

Habitat dan Perilaku di Taman Kehati Kebon Pelok

Secara alami, Perkutut menyukai area terbuka yang berbatasan dengan pepohonan, semak-semak, kebun, hingga kawasan permukiman yang tenang.

Di Taman Kehati Kebon Pelok, burung yang jinak ini kerap terlihat sedang bertengger santai di dahan pohon yang rindang. Karena merupakan burung pemakan biji-bijian (granivora), mereka juga sering turun langsung ke permukaan tanah untuk mencari makanan di antara rumput dan dedaunan kering.

Manfaat Ekologis: Sang Arsitek Alami Lingkungan

Keberadaan burung Perkutut di Taman Kehati bukan sekadar pemanis visual. Mereka memegang fungsi ekologis penting yang menjaga rantai makanan tetap berputar stabil:

Manfaat Ekologis

Penjelasan Singkat

Penyebaran Biji (Seed Dispersal)

Membantu menyebarkan biji-bijian dari berbagai tanaman saat mereka mencari makan, memicu regenerasi tanaman lokal secara alami.

Pengendali Hama Alami

Mengonsumsi serangga-serangga kecil di sekitar vegetasi, sehingga populasi hama tetap terkendali tanpa bahan kimia.

Keseimbangan Rantai Makanan

Bertindak sebagai konsumen tingkat pertama yang menjaga dinamika predator-mangsa di ekosistem perkotaan tetap stabil.


Fakta Unik dan Sisi Budaya

Selain fungsi biologisnya, burung Perkutut kaya akan nilai filosofis dan keunikan perilaku:

  1. Sarana Komunikasi & Memikat Pasangan: Kicauan merdu (manggung) dari perkutut jantan bukan tanpa alasan. Suara lembut tersebut digunakan untuk menandai wilayah kekuasaan serta menarik perhatian sang betina.
  2. Sangat Setia: Burung Perkutut dikenal memiliki sifat monogami. Mereka sangat setia pada satu pasangan hidup dan cenderung terikat kuat pada wilayah (territorial) tempat tinggalnya.
  3. Simbol Ketentraman Lokal: Dalam budaya masyarakat Jawa, termasuk di wilayah Cirebon, memelihara atau mendengarkan suara perkutut dipercaya dapat membawa ketenangan batin, kedamaian rumah tangga, hingga simbol keberuntungan.

Mari Jaga Bersama!

Kehadiran burung Perkutut di Taman Kehati Kebon Pelok menjadi indikator bahwa kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati di Kota Cirebon masih terjaga dengan baik. Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Taman Kehati. Hindari aktivitas perburuan liar dan mari kita biarkan satwa indah ini terus berkicau bebas di alamnya!

 Referensi:

  1. Mackinnon, J., Phillipps, K., & Balen, S. V. (2010). Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Bogor: Puslitbang Biologi LIPI. (Mengenai identifikasi morfologi, ukuran tubuh 20-25 cm, dan deskripsi bulu bergaris pada Geopelia striata).
  2.  Prasetyo, A., & Hadi, M. (2021). Studi Keanekaragaman Hayati Avifauna dan Preferensi Habitat Burung di Kawasan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan. Jurnal Biologi Komunitas, 9(2), 115-124.
  3.  Baptista, L. F., Trail, P. W., Horblit, H. M., & Boesman, P. F. D. (2020). Zebra Dove (Geopelia striata), version 1.0. In Birds of the World (S. M. Billerman, Editor). Cornell Lab of Ornithology, Ithaca, NY, USA.
  4.  Wicaksono, A., & Setiawan, A. (2023). Peran Ekologis Burung Pemakan Biji (Granivora) dalam Suksesi Vegetasi dan Pengendalian Serangga di Ekosistem Terfragmentasi. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 14(1), 45-58.
  5. Suryaningrat, H., & Handayani, T. (2022). Simbolisme Satwa dalam Budaya Masyarakat Jawa: Kajian Etnografi terhadap Pemeliharaan Burung Perkutut. Jurnal Budaya dan Pranata Sosial, 7(3), 201-215.
Bagikan ke
Hari Jadi Kota Cirebon ke-599